Google
 
Kabar HIPPMIB Bersatu Jakarta

Rabu, 04 Februari 2009

40 Warga Asing Ditangkap di Baubau

Tim Direktorat I Keamanan dan Transnasional Mabes Polri berhasil menggagalkan usaha penyelundupan manusia ke Australia. Tim yang menguntit para penyelundupan itu sukses menghentikan mereka saat hendak berangkat dari Teluk Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Rencananya 40 orang warga negara asing itu akan menggunakan kapal kayu ke Darwin Australia.
"Mereka bisa disebut nekat karena ombak sangat ganas dan gelombang tinggi," ujar Wakil Direktur I Bareskrim Kombes Bachtiar Tambunan di Mabes Polri kemarin (03/02). 40 orang itu terdiri dari 15 orang warga Afganistan dan 25 warga Pakistan.
Sebanyak 33 orang dari 40 WNA tersebut memiliki paspor. Namun 20 di antara yang memiliki paspor tersebut sudah overstay. Yakni tujuh orang Afganistan dan 13 orang Pakistan. Mereka ditangkap Senin malam pukul 22 menjelang berangkat. Operasi Bareskrim ini juga dibantu oleh polisi federal Australia.
"Jalur laut Indonesia memang jadi favorit. Biasanya dari Asia seperti Afghanistan, Bangladesh ,Pakistan," ujar Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji. Bahkan, lanjut mantan Kapolda Jawa Barat itu, hampir setiap bulan jalur laut Indonesia digunakan untuk menyelundup masuk ke Australia.
"Biasanya alasan mereka terdampar atau kehilangan arah," jelasnya. Saat ini polisi menahan empat orang WNI yang membantu WNA ilegal tersebut. Keempatnya bernama H Tohir yang mengorganisir dan TN, LN, HU yang bertindak sebagai mualim kapal. ’Keempatnya sudah ditahan di Bau-bau," tambahnya.
Indonesia dan Australia telah berkomitmen memerangi aksi kejahatan penyelundupan dan perdagangan manusia. Komitmen bersama itu tertuang dalam satu lembar Pernyataan Bersama Forum Menteri Australia-Indonesia (AIMF) kesembilan tentang Penyelundupan Manusia dan Perdagangan Manusia (people smuggling-trafficking in persons) yang ditandatangani Menteri Luar Negeri RI, Nur Hassan Wirajuda dan Menlu Australia, Stephen Smith pada 12 November 2008.
Komitmen tersebut punya arti penting. Sebab, sejak September 2008 Australia kembali diganggu oleh kehadiran kapal-kapal asal Indonesia yang mengangkut para pencari suaka asing. Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd bahkan menelepon Presiden Yudhoyono pada 8 Oktober 2008. Dalam pembicaraannya, Kevin mengaku prihatin dengan terjadinya lagi aksi penyelundupan belasan warga negara asing ke negaranya dari Indonesia oleh pelaku asal Indonesia.
Menurut Susno, orang Indonesia yang ditangkap sementara bermotif ekonomi."Karena tidak melaut kan lumayan kapal kayunya disewa," katanya.
Selain menangkap orang, polisi juga menyita sebuah kapal kayu yang digunakan untuk menyeberang ke Australia."Di dalamnya ada bahan makanan cukup untuk 40 orang, telepon genggam, dan paspor," katanya.
Sementara dari Baubau dilaporkan, para WNA yang ditangkap itu ditahan disalah satu hotel di Baubau. "Penangkapan dilakukan sekitar pukul 22.00 Wita. warga asal Afganistan dan Pakistan itu diduga akan di selundupkan ke Negara Australia," kata AKBP Drs Jafriedi MM, Kapolres Baubau, kepada wartawan koran ini kemarin (3/2).
Terungkapnya kasus tersebut, lanjut Kapolres Jafriedi, berdasarkan informasi dari Mabes Polri yang diterima Mapolres Baubau. Informasi yang diterima tentan keberangkatan warga asing dari pelabuhan Tanjung Priok menggunakan kapal Pelni, menuju pelabuhan Murhum Baubau.
Pantauan Koran ini, ke 40 warga asing tersebut di kumpul disalah satu hotel, dan selanjutnya didata oleh pihak imigrasi, dengan pengawalan ketat aparat Polisi. Dari 40 orang tersebut, 5 diantara yang berhasil diambil datanya antara lain, Sayep Zamen Ali, Sayep Dulat Shah, Ahmad Oahir, Sayep Enayat, Sayep Ali. (m1/wal).

Tidak ada komentar: