akarta, KP
Sri Sultan Hamengku Buwono X kini tengah ancang-ancang maju menjadi calon presiden. Hanya, meski sesama kader Golkar, popularitas dan elektabilitas raja Jogjakarta itu ternyata kalah dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla yang tidak pernah menyatakan akan maju menjadi calon presiden.
Perbedaan popularitas antara Kalla dan Sri Sultan itu terekam dalam jajak pendapat yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) bagi calon wakil presiden pendamping Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut jajak pendapat Puskaptis yang dirilis kemarin di Jakarta, di antara 2.118 responden yang disurvei, 44,16 persen mengharapkan Jusuf Kalla kembali menjadi pendamping SBY. Hanya 17,43 persen responden yang mengharapkan duet SBY-Sultan akan berlaga di Pemilu Presiden 2009.
''Sebanyak 30,45 persen responden berharap agar SBY mencari wakil lain dan 10,66 persen tidak akan memilih SBY-JK lagi,'' kata Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid dalam paparan hasil survei di Hotel Sahid, Jakarta, kemarin.
Survei melibatkan 2.118 responden yang tersebar di 33 provinsi dan 132 kabupaten/kota, 660 kecamatan, 2.640 kelurahan/desa, serta dilakukan berdasarkan stratified random sampling dengan margin kesalahan 3-5 persen dan tingkat keyakinan 95 persen.
Puskaptis tidak melakukan survei terhadap popularitas Sri Sultan sebagai calon presiden untuk menantang SBY dan Megawati. Padahal, Sri Sultan sudah terang-terangan menyebut tidak bersedia menjadi calon wakil presiden dari SBY maupun Megawati. Survei hanya menyebutkan, Jusuf Kalla hanya akan dipilih 0,85 persen responden bila maju menjadi calon presiden.
Selain Jusuf Kalla dan Sri Sultan, sejumlah nama yang dinominasikan sebagai pendamping SBY adalah Hidayat Nurwahid (6,77 persen), Akbar Tandjung (2,54 persen), Din Syamsuddin (2,03 persen), Sri Mulyani (2,03 persen), Soetrisno Bachir (0,85 persen), dan Fadel Muhammad (0,51 persen).
Selain calon wakil presiden pendamping SBY, survei Puskaptis meraba sejumlah nama calon wakil presiden bagi Megawati Sukarnoputri. Nama Sri Sultan ternyata menjadi figur paling kuat sebagai pendamping Mega dengan dukungan 45,59 persen. Sultan mengungguli Prabowo (35,42 persen), Hidayat Nurwahid (5,25 persen), Sutiyoso (4,4 persen), dan Akbar Tandjung (2,52 persen). (noe/dyn/mk)
Jumat, 06 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar